Cerita

Parking Day 2017

14 September 2017 / Indonesia

Hari ini, ratusan kota di seluruh dunia merayakan Park(ing) Day. Sejak tahun 2005, Park(ing) telah mendorong warga kota untuk mengubah lahan parkir menjadi lahan yang bermanfaat untuk publik secara temporer, seperti menjadi taman, lahan bermain, teater dan masih banyak lagi.

Rata-rata sebuah mobil menghabiskan 95% dari penggunaannya untuk diparkir. Di banyak kota, sepertiga dari lahannya didedikasikan menjadi tempat parkir. Tetapi parkir sudah menjadi masalah yang besar bagi banyak kota di seluruh dunia. Pada akhirnya, tidak ada parkir yang tidak menghabiskan biaya.

Selama beberapa dekade, banyak kota yang berusaha untuk memperbaiki ketentuan mengenai parkir, dan sudah banyak yang mengalami kemajuan. Di Uber, kami berkomitmen untuk membantu mengatasi masalah tersebut dengan menciptakan alternatif dari kepemilikan mobil pribadi. Inovasi seperti uberPOOL bertujuan untuk membuat carpooling (nebeng) massal menjadi kenyataan. Dengan membuat lebih banyak orang melakukan perjalanan dengan jumlah kendaraan yang lebih sedikit, uberPOOL membantu mengurangi kemacetan di beberapa kota besar di dunia. Setiap kursi kosong yang bisa diisi artinya berkurang mobil yang digunakan di jalan. Dan semakin berkurangnya kepemilikan mobil pribadi, begitu pula dengan kebutuhan akan lahan parkir.

Simak infografis di bawah ini yang bisa memberikan konteks mengenai dampak bagi Indonesia jika orang-orang mulai menggunakan mobilitas dengan berbagi, termasuk transportasi umum dan ridesharing (mobilitas bersama).

Sumber: Riset Alphabeta tentang Peran Layanan Mobilitas Bersama

 

Bayangkan jika sebuah kota bisa mendapatkan kembali sepertiga lahannya, begitu pula dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk lahan, biaya parkir dan garasi. Bayangkan sekolah-sekolah dan lahan bermain dan taman juga lajur sepeda baru yang bisa menggantikan hal tersebut.

Park(ing) Day diselenggarakan untuk mempersiapkan kita membuat mimpi itu menjadi nyata. Kita punya kesempatan untuk membuat kota-kota kita jadi lebih layak untuk ditinggali, lebih hidup, dan lebih terjangkau.